Rincian Artikel

thumbnail

Pendahuluan

Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) merupakan instrumen seleksi masuk perguruan tinggi yang menekankan pada kemampuan bernalar, literasi, dan numerasi, bukan sekadar hafalan. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan asesmen nasional yang menempatkan literasi membaca, literasi numerasi, dan karakter berpikir kritis sebagai kompetensi utama yang harus dimiliki peserta didik.

Program Pembelajaran Intensif UTBK-SNBT Prosus INTEN yang dimulai pada 08 Desember 2025 dirancang untuk mendukung pengembangan kompetensi tersebut secara sistematis.

Literasi Numerasi

Literasi numerasi tidak hanya berarti kemampuan berhitung, tetapi juga keterampilan menggunakan konsep matematika untuk memecahkan masalah dalam berbagai konteks. Dalam program ini, siswa dilatih untuk:

  • 🔘 Menguasai konsep dasar aljabar, geometri, dan statistika.

  • 🔘 Menerapkan penalaran kuantitatif dalam soal berbasis data.

  • 🔘 Mengembangkan keterampilan problem solving bertahap, dari soal sederhana hingga Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Pendekatan ini selaras dengan standar asesmen nasional yang menekankan kemampuan menginterpretasi informasi numerik, mengidentifikasi pola, dan menarik kesimpulan berbasis data.

Literasi Bahasa

Literasi bahasa mencakup keterampilan memahami teks, menulis dengan struktur yang jelas, serta menggunakan bahasa untuk bernalar. Program intensif ini menekankan:

  • 🔘 Bahasa Indonesia: kemampuan memahami bacaan, menulis argumentasi, dan menyusun teks dengan kohesi serta koherensi.

  • 🔘 Bahasa Inggris: keterampilan membaca kritis, memahami teks akademik, dan menulis dalam konteks global.

Dengan demikian, siswa tidak hanya terampil menjawab soal, tetapi juga mampu mengartikulasikan gagasan secara logis dan terstruktur.

Berpikir Kritis dan Bernalar Umum

Kompetensi berpikir kritis (critical thinking) menjadi salah satu indikator penting asesmen nasional. Program ini melatih siswa untuk:

  • 🔘 Mengidentifikasi premis dan fakta yang relevan.

  • 🔘 Menyusun argumen logis berdasarkan bukti.

  • 🔘 Menarik kesimpulan yang tepat dan terukur.

  • 🔘 Mengembangkan keterampilan analitis dalam berbagai konteks, baik numerik maupun literasi.

Pendekatan ini menumbuhkan kemampuan bernalar umum yang tidak hanya berguna dalam ujian, tetapi juga dalam kehidupan akademik dan profesional.

Implikasi Pendidikan

Pembelajaran intensif UTBK-SNBT di Prosus INTEN Bali dapat dipandang sebagai model praktik pendidikan yang mendukung kebijakan asesmen nasional. Program ini:

  • 🔘 Mengintegrasikan literasi numerasi, literasi bahasa, dan berpikir kritis dalam satu kesatuan pembelajaran.

  • 🔘 Menyediakan simulasi ujian sebagai sarana evaluasi formatif dan sumatif.

  • 🔘 Membantu siswa menemukan strategi belajar yang efektif sesuai ritme individu.

Dengan demikian, program ini tidak hanya berorientasi pada hasil ujian, tetapi juga pada pembentukan kompetensi abad 21: berpikir kritis, problem solving, komunikasi, dan literasi.

Kesimpulan

Program Pembelajaran Intensif UTBK-SNBT Prosus INTEN Bali merupakan upaya edukatif yang relevan dengan standar asesmen nasional. Fokus pada literasi numerasi, literasi bahasa, dan berpikir kritis menjadikan program ini sebagai sarana pembelajaran yang komprehensif. Siswa tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi ujian seleksi masuk perguruan tinggi, tetapi juga untuk mengembangkan keterampilan berpikir yang esensial dalam menghadapi tantangan akademik dan kehidupan nyata.

Sumber:
– OECD
– PISA 2022 Results Indonesia balaibahasaprovinsintb.kemendikdasmen.go.idKemendikbudristek
– Laporan PISA 2022 JIDeR 2024
– Literasi Numerasi Berdasarkan Indikator PISA UNNES JournalJurnal Pendidikan Fisika Indonesia 2024
– Critical Thinking Instrument AKM Kemendikbudristek
– Framework AKM Portal Jurnal Universitas Pendidikan IndonesiaIndonesian Journal of Primary Education 2024 – Critical Thinking Skills in AKM Literacy

INTEN Assistant ✖
INTEN Assistant: Hai! Aku siap bantu kamu belajar dan mengenal Prosus INTEN 💪